Warung Blogger
My Inspire: November 2013

#Cerpen-"Just We"

Sore itu,,,

Matahari berwarna jingga, ku lihat dari dalam mobil yang sedang aku tunggangi bersama kekasihku Aditya, menemani kerinduanku terhadap lelaki disampingku yang sedang leka menyetir.  Tiba-tiba ada sesuatu yang menggenggam tanganku, ngenggaman itu terasa sangat hangat, menghangati tanganku hingga seluruh tubuhku yang sedari tadi sudah merasa dingin karena AC mobil yang kami tunggangi terlalu besar. Akupun  menengok kearah Aditya ternyata diapun demikian, senyumpun mengembang dari bibir kami masing-masing dan saling menatap lembut, sembari ku benahi genggamannya, ku kaitkan jari-jariku disela-sela jemarinya yang kuanggap cukup mungil untuk ukuran jari seorang laki-laki hanya size telapak tangannya saja yang lebih besar dari telapak tanganku,,,sehingga posisi tangan kami saling menggenggam.

“sayang…” satu kata terucap dari mulutnya yang selalu membuat jantungku berdebar jika ku mendengarnya.

“iya…..” dengan nada lembut aku jawab panggilannya dengan senyum yang masih mengembang dibibirku.

“kita mau kemana?” tanyanya, yang sedari tadi mengendarai mobil yang kami tunggangi tanpa tujuan.

Sebelum ku jawab pertanyaannya aku menghela nafas sebentar untuk mengatur emosiku, yang sudah mencuat-cuat sedari seminggu yang lalu, emosi kerinduan yang begitu mendalam terhadap lelaki yang sekarang berada disampingku ini. Aku tatap lembut Aditya dengan penuh perhatian sembari aku  longgarkan genggaman tanganku, diapun mengerti dan melakukan demikian melonggorkan genggaman kami.

“kamu nampak lelah sekali sayang…” aku jawab sambil meraih wajahnya dan membelainya lembut. Nampak seperti bocah kecil yang keasyikan dibelai wajahnya sambil membenamkan setengah dari wajah sampingnya kedalam tanganku yang membelainya.

Hanya senyum tipis yang aditya tunjukkan ketika mendengar kataku, “kamu tahu? Rasanya aku ingin sekali mencium bibirmu yang mungil itu, yang tersimpan gigi kelinci yang rapi didalamnya, yang jika tersenyum akan terlihat sekali gigi-gigi panjang rapi itu yang bisa membuat senyummu nampak lebar dan menawan” kataku dalam hati, aku tahu aditya sedang sangat lelah sekali, dan itu sangat terlihat dari raut wajahnya yang ku lihat sangat layu disore itu, karena rasa rindu yang lebih kuat dari rasa lelahnya diapun seolah-olah tak merasakan kelelahan itu didepanku tapi aku rasa selalu tahu apa yang dia rasa, karena semalaman aditya habis melakukan perjalanan jauh dari Jogjakarta ke Jakarta, dan sesuai kabar yang aditya update padaku kegiatannya sangat padat selama seminggu ia di Jogjakarta jadi aku pikir pastinya dia sedikit sekali waktunya untuk istirahat apalagi dia memiliki insomia setiap malam,,,jadi waktunya itu sangat kurang sekali untuk istirahat.

“adityaaaa…love you more” aku mengucap sendiri dalam hati sembari memandangi senyum tipis dibibirnya yang membuatku tergoda menanggapi jawabanku tadi, sedangkan dia masih tetap leka mengendarai mobil kami yang sedari tadi melaju tanpa tujuan.

“sayang…kamu nampak lelah sekali” aku ulangi kataku lagi.

“kamu seperti tak terurus selama disana,,,”aku lanjutkan kataku dengan penuh perhatian padanya. Ada rasa khawatir dalam hatiku melihat dia nampak lelah, takut kalau dia paksakan pergi untuk jalan bersamaku nantinya dia akan jatuh sakit dan itu nantinya akan sangat membuatku merasa sedih dan bersalah.

“I’m okay sayang…” jawabnya menanggapi kataku sembari mengelus lembut rambutku dengan tangan kirinya yang tak dia gunakan untuk menyetir.

“true?...” tanyaku dengan sedikit menunjukan muka khawatirku padanya.

“alright mysweety…” jawabnya dengan senyum yang agak lebar dari sebelumnya sehingga menutupi wajah lelahnya itu.

“okay…terus kita mau kemana sayang?...” tanyanya yang semula ia lontarkan padaku.

“hmmm…I don’t know” sambil menggelengkan kepalaku aku jawab pertanyaannya.

“hmmm…bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat yang tak berpenghuni?” ajaknya dengan sedikit menggodaku sambil mengkerlingkan satu matanya. Akupun sedikit tersenyum, tanpa menjawab usulannya.

“bagaimana sayang?” tanyanya lagi memastikan ajakannya aku setujui, kali ini dia menanyakannya sembari mengambil tanganku dan menciumnya.

Oooohhh…rasanya seperti melayang saat kau cium tanganku, ketika tanganku menempel dibibirnya, sesuatu yang lembut dan dingin membuat aku merasakan desiran darah didalam tulang belulangku.

“aku ingin merasakan suasana berdua saja, hanya kita berdua” ucapnya lagi.

“kamu tahu aditya? Akupun ingin sekali merasakan suasana berdua saja dengan kamu” lagi-lagi aku berbicara sendiri dalam hati.

“okay….”dengan senang hati aku menjawabnya.

“bener?” tanyanya lagi memastikan jawabanku tak salah dia dengar.

“iyaaaaaaa…..”aku jawab lagi dengan sedikit teriak manja padanya….

“hahahahaaa…” adityapun tertawa mendengar teriakanku. Dan kamipun sama-sama tertawa.

“boleh aku tanya sayang?” tanyaku padanya.

“yup, apa itu?” lagi-lagi matanya menggodaku. Aku menahan geli melihat tingkahnya.

“kita mau ke kuburan?” tanyaku polos.

“hah?” aditya membulatkan matanya saat kata itu dia dengar dari mulutku. Kemudian dia tertawa lagi. Aku hanya bisa mematung sambil menikmati pemandangan indah di depanku. Sesosok laki-laki yang membuatku selalu merindunya.

“kita mau ke dunia kita. Hanya aku-dan-kamu” sambil mengusap pipiku lembut Aditya tersenyum tulus padaku.


“ke dunia K-I-T-A, hanya kita, karena KITA hanya berisi AKU dan KAMU” mata hitamnya menatapku tajam. Suasana menjadi hening aku tidak bisa berkata apapun saat tatapan matanya benar-benar mengenai hatiku. 

By Sri Mulyani/ Jakarta

#FlashFiction-(2)"Matahari di Tengah Mendung"

Entah sudah berapa hari aku melakukan ritual ini. Ritual menyapa paginya dengan sedikit keraguan kalau dia akan membalas dengan hangat. Alih-alih hanya ia balas dengan kalimat yang sama seperti pesanku. Nothing questions.

Sedikit respon darinya aku sudah cukup lega, seenggaknya dia menghargai usahaku meskipun aku tidak tahu apa dia tahu maksudku setiap pagi mengirim pesan “selamat pagi” padanya.

Langit hitam pekat padahal ini baru pukul 12 siang waktunya jam istirahat kantor. Aku duduk mematung depan computer yang hanya menampilkan wallpaper bergambar La Tahzan.

“makan apa Ta?” Rachel bertanya sambil berjalan di belakang kursiku.

“entahlah” jawabku singkat dan masih tetap mematung.

“selamat makan siang” pesan masuk diponselku. 

Berulang kali aku mengerjapkan mata untuk membaca ulang pesan yang masuk atas nama “Someone That I Admire” ya itu nama yang aku tulis di kontak ponselku untuk nomornya yang berarti “seseorang yang aku kagumi”. 

Memang secara diam-diam aku mengagumi dirinya yang menjadi sesosok pria dingin yang misterius. Sampai aku stalking dari semua kegiatannya. Dan sedikit informasi tentang dirinya. Hehehe…(sementara sampingan menjadi stalker).

“you too” balasku singkat. Berharap dia akan balas lagi tapi secara instingku mengatakan enggak akan ada balasan lagi, maka dari itu aku langsung cepat-cepat kirim pesan lagi “makan yang banyak biar ngantuk.#Eeeh” untuk bereksperimen apakah dia hanya akan menjawab dengan dingin alias hanya pesan singkat “hehehe”.

“janganlah, aku lagi ada kerjaan” balasnya. Wow. Ternyata bisa mengetik kalimat lain cowok es balok ini, kataku dalam hati dalam senyum tersembunyi.

“ok lah aku ralat do’aku, makan yang banyak biar semangat dan banyak kerja” eeerrr… rasanya aneh sekali aku mengirim pesan begitu, seperti bocah baru gede yang sedang PDKT sama anak SMP. T_T

“sedengan aja lah” sambil membaca pesannya rasanya aku ingin sekali melempar selimut tujuh lapis kearahnya agar bisa menjawab pesanku dengan hangat.

Karena merasa sebel bin kesel aku hanya membalas dengan emoticon smile. Dan memutuskan untuk mengakhiri percakapan yang bisa membuatku dengan semangat melempar bom api kearahnya sambil berharap balok es yang mungkin bersarang pada dirinya meleleh sehingga menjadi kucuran air terjun yang aku bayangkan saat di bawah aliran air di pegunungan, aliran air yang hangat dan menentramkan.

Bersambung….

#PUISI-"OH...IBU"

Termenung tak satupun dapat ku fikirkan,
Hanya tebayang wajahmu yang ku rindu ibu,
Kerinduan yang begitu dalam,
Kini sedang ku rasakan,
Tak sabar diriku menanti hari itu,
Bermimpi dapat melepas kerinduanku padamu ibu,
Kerinduan akan sentuhanmu,
kerinduan akan gurauanmu,
Kerinduan akan ocehanmu,
Yang sebenarnya sangat bermanfaat untukku.

Oh... Ibu...
Terkadang anakmu ini terasa tergampar di lautan asing jika tanpamu,
Terkadang ku seperti orang bego,
yang tak tau apa-apa saat ku jauh darimu,
Kurasakan hidup yang begitu menyiksa,
JIka nasib tak bersahabat dikala ku ingin menggapainya.
Namun karena mu..
Ku mampu mengarungi lautan itu,
karenamu ku tahu berbagai hal,
Karenamu jua ku mampu menguatkan diriki untuk hidup ini.

Oh... Ibu...
Sungguh...sungguh...kini ku sangat merindukanmu,
terkadang ku ingin menyerah di sini,
Namun kau selalu yakinkanku,
Untuk tetap kuat meraih apa yang ku impikan,
Kau benar-benar penyokong hidupku ibu...

Oh...Ibu...
Ku hela nafas panjang...
Mengingat segala kasih sayang mu,
yang tak pernah pudar,,,
di telan waktu,
Meskipun bumi tetap berputar...
Cintamu akan selalu tertabur dalam hidupku...
I LOVE YOU SO MUCH IBU


By Sri Mulyani/ Jakarta

#FlashFiction-"Matahari di Tengah Mendung"

Mendung bergeleyut di pagi ini, matahari sepertinya enggan untuk menampakkan diri meskipun hanya untuk sekedar melongok sekejap.

Dengan biasa aku menyeduh kopi susu dipagi ini dengan selembar roti tawar tanpa selai dan lain sebagainya untuk sarapan pagiku.

Kopi susu dengan selembar roti putih adalah perpaduan sempurna di pagi hari yang mendung begini. Aroma kopi susu menggerayangi hidungku hingga membuat mataku membelalak dan rasa kantukpun kabur terbirit-birit tanpa ampun.  Hmmmm… tiba-tiba ada yang terselip di hatiku. Berkali-kali ku pandangi ponselku yang tergolek tak berdayadi atas meja.

“tak ada pesan masuk” kataku dengan senyum lemah.

Sambil menyumpalkan roti kedalam mulutku lagi-lagi aku melirik ponselku. Apa yang aku tunggu? Pesan dari siapa yang aku tunggu? . tiba-tiba aku ingin tertawa berbahak setelah mengingat-ingat apa yang sudah aku lakukan terhadap laki-laki yang sama sekali tidak aku kenal. PDKT buta!

“selamat pagi” Holycrooooppp!!! Aku membuka pesan singkat itu dengan perasaan tak percaya antara sadar dan setengah pingsan.

Tutup-buka, tutup-buka pesan itu berulang kali membacanya. Serasa masih tak percaya. Usahaku membuahkan hasil. Ingin rasanya lari marathon sepuluh kali tapi pasti waktuku tak cukup karena sebentar lagi aku harus berangkat ke kantor.

“selamat pagi” balasku sambil senyum-senyum sendiri.

Serasa ada sesuatu hangat masuk dalam tubuhku. Satu tegukan kopi itu menghangatkan tubuhku di pagi yang mendung ini,tapi kehangatan yang benar-benar aku rasa melingkari seluruh tubuhku adalah sapaan hangat yang aku terima dari seseorang yang memiliki sikap dingin sedingin batu es balok sehingga jika aku sedang mendekatinya serasa ingin menyalakan api unggun di sampingnya atau memasak air sampai mendidih terus menyiramkannya. Hahaha…

Bersambung…
Masih berharap bisa nerusin ceritanya lagi...Hopeless.

By Sri Mulyani/ Jakarta

#FlashFiction - "KAMU"

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 wib, matahari mulai menyingsing di ufuk barat yang terlihat dari ujung jalan.

Sore. Nina selalu suka sore. Apalagi jika disampingnya ada laki-laki yang dia cintai seperti sekarang ini. Menghabiskan sore dengan nando selalu menyenangkan baginya. Kegiatan itu tak pernah absen dilakukan oleh mereka berdua, meskipun disela-sela kepenatan pulang kerja maupun hari libur seperti ini.

“ada gak ya yang lebih manis daripada gula?” sambil mengaduk-aduk vanillalatenya Nina menyunggingkan senyum pada Nando yang masih sibuk dengan gudget kesayangannya.  

Setelah seharian penuh menghabiskan waktu libur mereka dengan berkeliling di toko buku. Sekarang mereka melabuhkan diri di salah satu tempat nongkrong kecil di pinggir jalan.

Sekilas Nando melihat kearah Nina sambil berfikir. “ada” jawabnya singkat lalu kembali fokus ke gudgetnya lagi.

“apa itu?” tanya Nina sambil meruncingkan bibirnya yang tipis. Nando hanya mengernyitkan alisnya kearah Nina lalu berkata “coba apaan?” tanyanya balik.

Kening Nina berkerut “hmmm…milk?” jawabnya, Nando menggeleng “no”.

“tapi milk-kan lebih manis daripada gula, sungguh!” Nina mencoba meyakinkan kekasihnya itu. lagi-lagi Nando menggeleng dengan tetap fokus pada gudget kesayangannya. 

“coklat? Vanilla? Bronis? Hmmm..”  sambil memutar matanya Nina berusaha untuk menyebut semua jenis makanan atau minuman yang dia rasa manis bahkan lebih manis daripada gula.

“bukan jugaaaa”  dengan sedikit meledek Nando memotong jawaban Nina namun matanya masih tetap pada gudgetnya.

Huft. Nina menghembuskan nafas kesal lalu menarik tumpukan buku yang baru dia beli ke depan mejanya, meletakkan dagunya di atas tumpukan buku itu dengan putus asa.

Nando melirik kekasihnya itu dengan diam-diam dengan tawa yang tertahan. Perlahan nando meletakkan gudgetnya di meja lalu melakukan hal yang sama seperti kekasihnya dengan meletakkan dagunya di atas tangannya yang dia gunakan untuk menopang sambil menatap lekat-lekat mata coklat Nina yang cukup nampak lelah. Namun mata itu tetap indah terlihat dimata Nando.

“kamu mau tahu apa yang lebih manis daripada gula?” tanyanya dengan suara pelan sambil perlahan mendekatkan wajahnya ke depan wajah Nina yang berjarak diantara meja yang tak terlalu besar.

Nina mengangguk lemah. “ada yang lebih manis daripada gula, dan yang lebih manis daripada gula itu adalah…” kalimatnya dibiarkan menggantung untuk beberapa saat, dengan sabar Nina menunggu.

“itu adalah kamu sayang” sambil mengelus lembut pipi Nina, Nando tersenyum penuh kelembutan. Nina menyeringai manja sambil menenggelamkan separuh wajahnya ke dalam telapak tangan nando yang besar.

“dan itu baru aku sadari tiga hari yang lalu setelah sekian lama kita bersama dan tak pernah sekalipun aku bosan untuk terus melihatmu disetiap pandanganku sayang, bahkan sedetik aku menyadari kamu tidak disisiku rasanya kangen sekali” 

Nina menggamit lengan nando dengan antusias sambil melewati jalan setapak sore itu. Cahaya matahari yang melebur manambah kedramatisan suasana hati mereka. Senyum mengembang disepanjang jalan dari kedua bibir pasangan itu.


By. Sri Mulyani/ Jakarta

Cinta Sejati

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat

Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba

Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka

Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli
terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya
dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih
bisa tersenyum
sambil berkata , ” Aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam
bebas lagi
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..

Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,
Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan
menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah
kau buat
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu

Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, ” Aku lupa ”
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, ”
Tunggu sebentar ”
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu
ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri ”

Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air
mata

Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang

Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus…
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang
Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri…

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya
Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu… Fight for your dream !
Itulah cinta yang sejati..
Bukannya seperti prinsip ” Easy come.. Easy go… ”

Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan
Daripada berjalan bersama orang ” yang tersedia ”
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
Daripada orang yang berada di ” sekelilingmu ”

Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya ” seseorang ”
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling
menyakiti hatimu
Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya
Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri

Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana

Mulyani Inspire. Diberdayakan oleh Blogger.