Warung Blogger
My Inspire: #Cerpen-"Just We"

#Cerpen-"Just We"

Sore itu,,,

Matahari berwarna jingga, ku lihat dari dalam mobil yang sedang aku tunggangi bersama kekasihku Aditya, menemani kerinduanku terhadap lelaki disampingku yang sedang leka menyetir.  Tiba-tiba ada sesuatu yang menggenggam tanganku, ngenggaman itu terasa sangat hangat, menghangati tanganku hingga seluruh tubuhku yang sedari tadi sudah merasa dingin karena AC mobil yang kami tunggangi terlalu besar. Akupun  menengok kearah Aditya ternyata diapun demikian, senyumpun mengembang dari bibir kami masing-masing dan saling menatap lembut, sembari ku benahi genggamannya, ku kaitkan jari-jariku disela-sela jemarinya yang kuanggap cukup mungil untuk ukuran jari seorang laki-laki hanya size telapak tangannya saja yang lebih besar dari telapak tanganku,,,sehingga posisi tangan kami saling menggenggam.

“sayang…” satu kata terucap dari mulutnya yang selalu membuat jantungku berdebar jika ku mendengarnya.

“iya…..” dengan nada lembut aku jawab panggilannya dengan senyum yang masih mengembang dibibirku.

“kita mau kemana?” tanyanya, yang sedari tadi mengendarai mobil yang kami tunggangi tanpa tujuan.

Sebelum ku jawab pertanyaannya aku menghela nafas sebentar untuk mengatur emosiku, yang sudah mencuat-cuat sedari seminggu yang lalu, emosi kerinduan yang begitu mendalam terhadap lelaki yang sekarang berada disampingku ini. Aku tatap lembut Aditya dengan penuh perhatian sembari aku  longgarkan genggaman tanganku, diapun mengerti dan melakukan demikian melonggorkan genggaman kami.

“kamu nampak lelah sekali sayang…” aku jawab sambil meraih wajahnya dan membelainya lembut. Nampak seperti bocah kecil yang keasyikan dibelai wajahnya sambil membenamkan setengah dari wajah sampingnya kedalam tanganku yang membelainya.

Hanya senyum tipis yang aditya tunjukkan ketika mendengar kataku, “kamu tahu? Rasanya aku ingin sekali mencium bibirmu yang mungil itu, yang tersimpan gigi kelinci yang rapi didalamnya, yang jika tersenyum akan terlihat sekali gigi-gigi panjang rapi itu yang bisa membuat senyummu nampak lebar dan menawan” kataku dalam hati, aku tahu aditya sedang sangat lelah sekali, dan itu sangat terlihat dari raut wajahnya yang ku lihat sangat layu disore itu, karena rasa rindu yang lebih kuat dari rasa lelahnya diapun seolah-olah tak merasakan kelelahan itu didepanku tapi aku rasa selalu tahu apa yang dia rasa, karena semalaman aditya habis melakukan perjalanan jauh dari Jogjakarta ke Jakarta, dan sesuai kabar yang aditya update padaku kegiatannya sangat padat selama seminggu ia di Jogjakarta jadi aku pikir pastinya dia sedikit sekali waktunya untuk istirahat apalagi dia memiliki insomia setiap malam,,,jadi waktunya itu sangat kurang sekali untuk istirahat.

“adityaaaa…love you more” aku mengucap sendiri dalam hati sembari memandangi senyum tipis dibibirnya yang membuatku tergoda menanggapi jawabanku tadi, sedangkan dia masih tetap leka mengendarai mobil kami yang sedari tadi melaju tanpa tujuan.

“sayang…kamu nampak lelah sekali” aku ulangi kataku lagi.

“kamu seperti tak terurus selama disana,,,”aku lanjutkan kataku dengan penuh perhatian padanya. Ada rasa khawatir dalam hatiku melihat dia nampak lelah, takut kalau dia paksakan pergi untuk jalan bersamaku nantinya dia akan jatuh sakit dan itu nantinya akan sangat membuatku merasa sedih dan bersalah.

“I’m okay sayang…” jawabnya menanggapi kataku sembari mengelus lembut rambutku dengan tangan kirinya yang tak dia gunakan untuk menyetir.

“true?...” tanyaku dengan sedikit menunjukan muka khawatirku padanya.

“alright mysweety…” jawabnya dengan senyum yang agak lebar dari sebelumnya sehingga menutupi wajah lelahnya itu.

“okay…terus kita mau kemana sayang?...” tanyanya yang semula ia lontarkan padaku.

“hmmm…I don’t know” sambil menggelengkan kepalaku aku jawab pertanyaannya.

“hmmm…bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat yang tak berpenghuni?” ajaknya dengan sedikit menggodaku sambil mengkerlingkan satu matanya. Akupun sedikit tersenyum, tanpa menjawab usulannya.

“bagaimana sayang?” tanyanya lagi memastikan ajakannya aku setujui, kali ini dia menanyakannya sembari mengambil tanganku dan menciumnya.

Oooohhh…rasanya seperti melayang saat kau cium tanganku, ketika tanganku menempel dibibirnya, sesuatu yang lembut dan dingin membuat aku merasakan desiran darah didalam tulang belulangku.

“aku ingin merasakan suasana berdua saja, hanya kita berdua” ucapnya lagi.

“kamu tahu aditya? Akupun ingin sekali merasakan suasana berdua saja dengan kamu” lagi-lagi aku berbicara sendiri dalam hati.

“okay….”dengan senang hati aku menjawabnya.

“bener?” tanyanya lagi memastikan jawabanku tak salah dia dengar.

“iyaaaaaaa…..”aku jawab lagi dengan sedikit teriak manja padanya….

“hahahahaaa…” adityapun tertawa mendengar teriakanku. Dan kamipun sama-sama tertawa.

“boleh aku tanya sayang?” tanyaku padanya.

“yup, apa itu?” lagi-lagi matanya menggodaku. Aku menahan geli melihat tingkahnya.

“kita mau ke kuburan?” tanyaku polos.

“hah?” aditya membulatkan matanya saat kata itu dia dengar dari mulutku. Kemudian dia tertawa lagi. Aku hanya bisa mematung sambil menikmati pemandangan indah di depanku. Sesosok laki-laki yang membuatku selalu merindunya.

“kita mau ke dunia kita. Hanya aku-dan-kamu” sambil mengusap pipiku lembut Aditya tersenyum tulus padaku.


“ke dunia K-I-T-A, hanya kita, karena KITA hanya berisi AKU dan KAMU” mata hitamnya menatapku tajam. Suasana menjadi hening aku tidak bisa berkata apapun saat tatapan matanya benar-benar mengenai hatiku. 

By Sri Mulyani/ Jakarta

0 Response to "#Cerpen-"Just We""

Posting Komentar

Thank For Your Visit in My Blog

Mulyani Inspire. Diberdayakan oleh Blogger.