Warung Blogger
My Inspire: #FlashFiction-(2)"Matahari di Tengah Mendung"

#FlashFiction-(2)"Matahari di Tengah Mendung"

Entah sudah berapa hari aku melakukan ritual ini. Ritual menyapa paginya dengan sedikit keraguan kalau dia akan membalas dengan hangat. Alih-alih hanya ia balas dengan kalimat yang sama seperti pesanku. Nothing questions.

Sedikit respon darinya aku sudah cukup lega, seenggaknya dia menghargai usahaku meskipun aku tidak tahu apa dia tahu maksudku setiap pagi mengirim pesan “selamat pagi” padanya.

Langit hitam pekat padahal ini baru pukul 12 siang waktunya jam istirahat kantor. Aku duduk mematung depan computer yang hanya menampilkan wallpaper bergambar La Tahzan.

“makan apa Ta?” Rachel bertanya sambil berjalan di belakang kursiku.

“entahlah” jawabku singkat dan masih tetap mematung.

“selamat makan siang” pesan masuk diponselku. 

Berulang kali aku mengerjapkan mata untuk membaca ulang pesan yang masuk atas nama “Someone That I Admire” ya itu nama yang aku tulis di kontak ponselku untuk nomornya yang berarti “seseorang yang aku kagumi”. 

Memang secara diam-diam aku mengagumi dirinya yang menjadi sesosok pria dingin yang misterius. Sampai aku stalking dari semua kegiatannya. Dan sedikit informasi tentang dirinya. Hehehe…(sementara sampingan menjadi stalker).

“you too” balasku singkat. Berharap dia akan balas lagi tapi secara instingku mengatakan enggak akan ada balasan lagi, maka dari itu aku langsung cepat-cepat kirim pesan lagi “makan yang banyak biar ngantuk.#Eeeh” untuk bereksperimen apakah dia hanya akan menjawab dengan dingin alias hanya pesan singkat “hehehe”.

“janganlah, aku lagi ada kerjaan” balasnya. Wow. Ternyata bisa mengetik kalimat lain cowok es balok ini, kataku dalam hati dalam senyum tersembunyi.

“ok lah aku ralat do’aku, makan yang banyak biar semangat dan banyak kerja” eeerrr… rasanya aneh sekali aku mengirim pesan begitu, seperti bocah baru gede yang sedang PDKT sama anak SMP. T_T

“sedengan aja lah” sambil membaca pesannya rasanya aku ingin sekali melempar selimut tujuh lapis kearahnya agar bisa menjawab pesanku dengan hangat.

Karena merasa sebel bin kesel aku hanya membalas dengan emoticon smile. Dan memutuskan untuk mengakhiri percakapan yang bisa membuatku dengan semangat melempar bom api kearahnya sambil berharap balok es yang mungkin bersarang pada dirinya meleleh sehingga menjadi kucuran air terjun yang aku bayangkan saat di bawah aliran air di pegunungan, aliran air yang hangat dan menentramkan.

Bersambung….

0 Response to "#FlashFiction-(2)"Matahari di Tengah Mendung""

Posting Komentar

Thank For Your Visit in My Blog

Mulyani Inspire. Diberdayakan oleh Blogger.