Mendung bergeleyut di pagi ini, matahari sepertinya enggan untuk menampakkan diri meskipun hanya untuk sekedar melongok sekejap.
Dengan biasa aku menyeduh kopi susu dipagi ini dengan selembar roti tawar tanpa selai dan lain sebagainya untuk sarapan pagiku.
Kopi susu dengan selembar roti putih adalah perpaduan sempurna di pagi hari yang mendung begini. Aroma kopi susu menggerayangi hidungku hingga membuat mataku membelalak dan rasa kantukpun kabur terbirit-birit tanpa ampun. Hmmmm… tiba-tiba ada yang terselip di hatiku. Berkali-kali ku pandangi ponselku yang tergolek tak berdayadi atas meja.
“tak ada pesan masuk” kataku dengan senyum lemah.
Sambil menyumpalkan roti kedalam mulutku lagi-lagi aku melirik ponselku. Apa yang aku tunggu? Pesan dari siapa yang aku tunggu? . tiba-tiba aku ingin tertawa berbahak setelah mengingat-ingat apa yang sudah aku lakukan terhadap laki-laki yang sama sekali tidak aku kenal. PDKT buta!
“selamat pagi” Holycrooooppp!!! Aku membuka pesan singkat itu dengan perasaan tak percaya antara sadar dan setengah pingsan.
Tutup-buka, tutup-buka pesan itu berulang kali membacanya. Serasa masih tak percaya. Usahaku membuahkan hasil. Ingin rasanya lari marathon sepuluh kali tapi pasti waktuku tak cukup karena sebentar lagi aku harus berangkat ke kantor.
“selamat pagi” balasku sambil senyum-senyum sendiri.
Serasa ada sesuatu hangat masuk dalam tubuhku. Satu tegukan kopi itu menghangatkan tubuhku di pagi yang mendung ini,tapi kehangatan yang benar-benar aku rasa melingkari seluruh tubuhku adalah sapaan hangat yang aku terima dari seseorang yang memiliki sikap dingin sedingin batu es balok sehingga jika aku sedang mendekatinya serasa ingin menyalakan api unggun di sampingnya atau memasak air sampai mendidih terus menyiramkannya. Hahaha…
Bersambung…
Masih berharap bisa nerusin ceritanya lagi...Hopeless.
By Sri Mulyani/ Jakarta

.jpg)
0 Response to "#FlashFiction-"Matahari di Tengah Mendung""
Posting Komentar
Thank For Your Visit in My Blog