Warung Blogger
My Inspire: #FlashFiction - "KAMU"

#FlashFiction - "KAMU"

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 wib, matahari mulai menyingsing di ufuk barat yang terlihat dari ujung jalan.

Sore. Nina selalu suka sore. Apalagi jika disampingnya ada laki-laki yang dia cintai seperti sekarang ini. Menghabiskan sore dengan nando selalu menyenangkan baginya. Kegiatan itu tak pernah absen dilakukan oleh mereka berdua, meskipun disela-sela kepenatan pulang kerja maupun hari libur seperti ini.

“ada gak ya yang lebih manis daripada gula?” sambil mengaduk-aduk vanillalatenya Nina menyunggingkan senyum pada Nando yang masih sibuk dengan gudget kesayangannya.  

Setelah seharian penuh menghabiskan waktu libur mereka dengan berkeliling di toko buku. Sekarang mereka melabuhkan diri di salah satu tempat nongkrong kecil di pinggir jalan.

Sekilas Nando melihat kearah Nina sambil berfikir. “ada” jawabnya singkat lalu kembali fokus ke gudgetnya lagi.

“apa itu?” tanya Nina sambil meruncingkan bibirnya yang tipis. Nando hanya mengernyitkan alisnya kearah Nina lalu berkata “coba apaan?” tanyanya balik.

Kening Nina berkerut “hmmm…milk?” jawabnya, Nando menggeleng “no”.

“tapi milk-kan lebih manis daripada gula, sungguh!” Nina mencoba meyakinkan kekasihnya itu. lagi-lagi Nando menggeleng dengan tetap fokus pada gudget kesayangannya. 

“coklat? Vanilla? Bronis? Hmmm..”  sambil memutar matanya Nina berusaha untuk menyebut semua jenis makanan atau minuman yang dia rasa manis bahkan lebih manis daripada gula.

“bukan jugaaaa”  dengan sedikit meledek Nando memotong jawaban Nina namun matanya masih tetap pada gudgetnya.

Huft. Nina menghembuskan nafas kesal lalu menarik tumpukan buku yang baru dia beli ke depan mejanya, meletakkan dagunya di atas tumpukan buku itu dengan putus asa.

Nando melirik kekasihnya itu dengan diam-diam dengan tawa yang tertahan. Perlahan nando meletakkan gudgetnya di meja lalu melakukan hal yang sama seperti kekasihnya dengan meletakkan dagunya di atas tangannya yang dia gunakan untuk menopang sambil menatap lekat-lekat mata coklat Nina yang cukup nampak lelah. Namun mata itu tetap indah terlihat dimata Nando.

“kamu mau tahu apa yang lebih manis daripada gula?” tanyanya dengan suara pelan sambil perlahan mendekatkan wajahnya ke depan wajah Nina yang berjarak diantara meja yang tak terlalu besar.

Nina mengangguk lemah. “ada yang lebih manis daripada gula, dan yang lebih manis daripada gula itu adalah…” kalimatnya dibiarkan menggantung untuk beberapa saat, dengan sabar Nina menunggu.

“itu adalah kamu sayang” sambil mengelus lembut pipi Nina, Nando tersenyum penuh kelembutan. Nina menyeringai manja sambil menenggelamkan separuh wajahnya ke dalam telapak tangan nando yang besar.

“dan itu baru aku sadari tiga hari yang lalu setelah sekian lama kita bersama dan tak pernah sekalipun aku bosan untuk terus melihatmu disetiap pandanganku sayang, bahkan sedetik aku menyadari kamu tidak disisiku rasanya kangen sekali” 

Nina menggamit lengan nando dengan antusias sambil melewati jalan setapak sore itu. Cahaya matahari yang melebur manambah kedramatisan suasana hati mereka. Senyum mengembang disepanjang jalan dari kedua bibir pasangan itu.


By. Sri Mulyani/ Jakarta

0 Response to "#FlashFiction - "KAMU""

Posting Komentar

Thank For Your Visit in My Blog

Mulyani Inspire. Diberdayakan oleh Blogger.